Makam itu terendam banjir tak lama setelah pemakaman raja, merusak sebagian besar isinya, meskipun beberapa perabotan pemakaman masih dapat ditemukan. Kementerian Purbakala Mesir pada Selasa (18/2) menyebut penemuan ini sebagai “salah satu terobosan arkeologi paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.”
Profesor Mohamed Abdel-Badel, kepala Sektor Purbakala Mesir, mengatakan kepada Archaeology News bahwa timnya sedang memulihkan pecahan plester bertuliskan huruf biru, termasuk bagian dari Kitab Amduat, yang disebut sebagai “teks pemakaman utama dalam ritual pemakaman kerajaan.”
Makam Thutmose kini menjadi salah satu keajaiban Mesir kuno yang berpotensi menarik lebih banyak wisatawan. Tahun lalu, Mesir mencatat 15,7 juta kunjungan wisatawan dan tahun ini membidik 18 juta, menurut Agence France-Presse. [ah/rs]
Beberapa informasi dalam laporan ini berasal dari Reuters dan Agence France-Presse.

