Kata pacaran ini pun masih digunakan hingga saat ini, kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan pasangan muda mudi yang sedang menjalin hubungan asmara
Meski keduanya dinyatakan menjalin hubungan ‘pacaran’, nyatanya pacaran pada zaman dulu tidak terang-terangan memamerkan kemesraan mereka di depan umum.
Zaman dulu, keduanya akan sangat menjaga hubungan ‘pacaran’ mereka sebelum terjadi akad pernikahan
Tidak seperti sekarang yang kebanyakan memamerkan kemesraan hubungan mereka secara terang-terangan bahkan di posting dan di unggah di media sosial.
Baca Juga: Kolonel Navigator Arief Budiman Ingatkan Personel Tertib Berlalulintas
Pacaran zaman dulu ternyata ada batas waktunya, batasan ini di tentukan pada Inai yang dipakai pada kedua muda mudi yang menjalin hubungan tersebut, biasanya Inai yang mereka kenakan hanya akan bertahan selama 3 bulan saja
Maka dari itu, selama 3 bulan atau selama masa pacaran tersebut, sang pria akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melamar sang gadis dan melakukan akad pernikahan.
Jika sang pria tidak mau melamar sang gadis hingga Inai yang berada di tangan mereka hilang, maka pihak keluarga gadis berhak memutuskan hubungan mereka, dan akan menerima pria lain yang ingin melamarnya atau langsung melamarnya.
Hal ini sangat jauh berbeda dari pacaran yang kita lihat di masa sekarang, yang menjalani hubungan dengan waktu yang lama namun tidak ada kepastian untuk melamar dan akhirnya tinggal nikah atau hanya sekedar menjaga jodoh orang.

