HARIANMEMOKEPRI.COM — P Ramlee yang memiliki nama asli Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh tersebut lahir pada tanggal 22 Maret 1929 di Pulau Penang merupakan seorang seniman besar yang terkenal di mancanegara.

P Ramlee memiliki hubungan darah yang kuat dengan Indonesia. Ayahnya, Teuku Nyak Puteh berasal dari Lhoksumawe Aceh, sementara ibunya, Che Mah Hussen berasal dari Buttenworth, Malaysia.

Baca Juga: Bujuk Korban Anak di Bawah Umur Untuk Melayani Tamu, Tiga Pelaku Ini diringkus Polisi

Mungkin sedikit yang tahu, jika huruf P di depan nama P Ramlee adalah singkatan dari ‘Puteh’. Nama yang lazim digunakan di Aceh hingga saat ini, sebagimana dikutip harianmemokepri.com di kanal Youtube Nadia Omara pada 24 Februari 2023.

P Ramlee dikenal sebagai seniman jenius. Oleh media barat, ia bahkan dijuluki sebagai Charlie Chaplin-nya Asia.

Baca Juga: Peringatan HPSN 2023, Pemko Tanjungpinang Gelar Goro Massal di Seluruh Wilayah

Meski ia tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang film atau musik, tetapi kejeniusan P Ramlee di kedua bidang tersebut tidak ada yang membantah.

Dalam hidupnya yang sangat singkat (P Ramlee meninggal pada usia 44 tahun), dia memproduksi dan membintangi tidak kurang dari 66 judul film.

Baca Juga: Suzuki Buka Lowongan Kerja di Tanjungpinang dan Terbuka Untuk Fresh Graduate, Buruan Daftar Sekarang

35 diantaranya ia sutradarai sendiri,  menciptakan lebih dari 360 judul lagu dan meraih lebih dari 30 penghargaan internasional.

Perjalanan cinta P Ramlee adalah drama tersendiri. Ia pernah menikah 3 kali. Pertama dengan Junaidah Binti Daeng Harris (1950-1955).

Baca Juga: Putri Cantik Kunto Aji Migunani Marangbumi Berasal dari Pepatah Jawa Miliki, Apa Artinya ?

Kedua dengan Noorizan binti Mohd Noor (1955-1961) dan ketiga dengan Salmah Binti Ismail atau yang lebih dikenal dengan Saloma (1961-hingga wafat).

Di masa jayanya pada tahun 1950-1960an, P Ramlee adalah superstar bukan hanya di Malaysia tetapi juga di Asia.

Baca Juga: Pecel Lele Buka Lowongan Kerja Dengan Fasilitas Yang Sangat Menjanjikan, Buruan Daftar Sekarang

Film-filmnya seperti Boedjang Lapuk, Antara Dua Dardjat, Madu Tiga dan Hang Tuah, telah mengantarkan namanya ke puncak popularitas.

Di Tahun 1973, kehidupan P Ramlee telah berubah total dan sangat jauh dari bayangan kehidupan seorang superstar.

Baca Juga: Usai Putus dari Fujianti Utami Thariq Halilintar Masuk Rumah Sakit

Sebelumnya, pada tahun 1970-an label musik EMI di Singapura memutuskan tidak memperpanjang kontrak P Ramlee karena menganggap lagu-lagunya tidak laku di pasaran.

P Ramlee tutup usia karena serangan jantung pada tanggal 29 Mei 1973. Kematiannya yang mendadak membuat publik Malaysia tersentak.

Baca Juga: Batam Wanderlust Buka Lowongan Kerja, Buruan Ambil Kesempatannya

Media-media di Malaysia yang sebelumnya enggan memuat berita tentang P Ramlee, tiba-tiba menurunkan berita besar-besaran di hari kepergian sang Maestro.

Namun, seperti kata orang bijak, sering kali kita baru akan merasakan betapa berharganya sesuatu setelah kita kehilangannya.

Baca Juga: Masjid Agung An Nur Pekanbaru Destinasi Wisata Religi dengan 4 Gaya Arsitektur, Apa Sajakah Itu?

Pepatah ini nampaknya berlaku sempurna untuk P Ramlee, sang jenius itu ditangisi berjuta orang, baru setelah ia pergi untuk selamanya. ***