HARIANMEMOKEPRI.COM — Film Believe garapan Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat.
Film Believe ini menceritakan kisah seorang prajurit TNI bernama Agus yang terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur, dengan latar belakang kisah pengorbanan dan keteladanan ayahnya, Serka Dedi, yang mengabdikan diri bagi bangsa dan keluarga.
Berlatar peristiwa Operasi Seroja pada tahun 1975, Believe mengangkat cerita tentang perjuangan para prajurit di medan perang, pengorbanan jiwa, serta nilai-nilai keberanian dan cinta tanah air.
Film ini juga menyoroti dampak kehidupan seorang prajurit terhadap keluarganya, mengangkat pesan penting mengenai kebersamaan, pengorbanan, dan kekuatan keluarga.
Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai tersebut, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I menggelar kegiatan nonton bareng film Believe bersama organisasi kepemudaan, tokoh agama, FKUB, dan MUI Tanjungpinang di XXI Tanjungpinang City Center, Jumat (25/7/2025) sore.
Ketua FKUB Tanjungpinang, KH Supeno, menilai Believe berhasil menggambarkan semangat juang dan keberanian TNI dalam menjaga keutuhan bangsa.
“TNI sebagai penjaga keutuhan bangsa senantiasa menjaga kedamaian dan ketenteraman dengan solid, tidak terpengaruh hiruk-pikuk perkembangan zaman hingga saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, film tersebut juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda tentang pentingnya mempertahankan kedaulatan negara di tengah tantangan era digital.
“Generasi muda sekarang adalah generasi milenial dan Gen Z, di mana dunia maya lebih berpengaruh daripada dunia nyata. Kini, perang tidak lagi hanya dengan peluru kendali, tetapi juga melalui IT atau serangan siber,” ungkapnya.
Senada, Danlanudal Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Sahid Hamdani menyebut Believe sangat menginspirasi, khususnya bagi para prajurit TNI.
Film Believe kata Sahid, luar biasa keren dan sangat menginspirasi. Believe mengajarkan bagaimana menempatkan tugas dan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
“Satu kata yang sangat saya ingat adalah: kepemimpinan adalah teladan,” tutur Kolonel Sahid usai acara nonton bareng.

