Dalam batas tertentu, perjalanan hidup Ustadz Jeffry Al Buchori itu mengingatkan kita pada Umar bin Khattab (ra). Sahabat Nabi saw itu awalnya sangat gencar menentang Islam, tetapi belakangan ia dikenal sebagai salah satu khalifah yang tegas.

Ustadz Jeffry Al Buchori mengingatkan kita bahwa sejatinya memang tidak ada manusia yang terbebas dari dosa (ma’shum), kecuali Nabi saw dan keluarga (Ahlul Bait)-nya saja yang suci, taahir (Q.S.33: 33). Namun, meski disucikan Tuhan, sepanjang hidupnya Nabi dan keluarganya tetap memberi suri tauladan dalam amal dan ilmu terbaik bagi umat Muslimin.

Baca Juga: Kisah Teladan Zunairah Budak Abu Jahal, Tetap Yakin Akan Iman Islamnya Meski Disiksa Majikannya

Akan halnya Ustadz Jeffry Al Buchori, ramainya orang yang menangisi kepergiannya membuktikan bahwa Ustadz Gaul itu manusia yang dicintai banyak orang. Dan hanya orang baik saja yang mendapatkan cinta orang banyak.

Cinta orang banyak itu seperti mewakili Tuhan di bumi, seperti membuktikan kepada Ustadz Jeffry Al Buchori hadis yang bilang, ‘bila engkau mendekati-Ku selangkah maka Aku akan mendekatimu sehasta, dan bila kau mendekat pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan berlari menuju padamu.’