Ustadz Jeffry Al Buchori menyadari, dakwah lewat kekerasan itu sama sekali tak berguna meski harus diakuinya bahwa kekerasan-lah yang awalnya membawa jalan hidayah kepada Ustadz Jeffry Al Buchori. Ketika itu, ia sempat membela diri bahwa, ‘anarkis fisiknya itu lebih baik ketimbang anarkis moral yang dikritiknya.’
Dan Ustadz Jeffry Al Buchori mengingatkan kita pada pesan guru sufi asal Srilanka Bawa Muhaiyadeen, “Belas kasihanlah yang menaklukan. Kesatuanlah yang menaklukan. Pedang tidak menaklukan, cinta kasih lebih tajam daripada pedang.”
Ustadz Jeffry Al Buchori rupanya melihat bahwa salah satu sumber masalah kita adalah diri kita sendiri, karena sering salah menempatkan niat di hati, dan memandang dari sudut sempit, mencari pembenaran untuk melindungi diri dan prasangka.
Baca Juga: Kisah Cinta Bapak Teknologi Indonesia BJ Habibie dan Ainun Selalu Abadi Sepanjang Masa
Alhasil, tampak bahwa sesungguhnya semua inspirasi Ustadz Jeffry Al Buchori bermuara pada tujuan Islam, yang bermaksud menjadikan pemeluknya sebagai penyayang bagi seluruh alam semesta – rahmatan lil ‘alamiin, sebagaimana dicanangkan dalam misi kenabian Rasulullah SAW.***

