Dirinya meminta pelaku usaha memperhatikan aspek tata ruang dan kenyamanan publik dalam setiap pembangunan.
“Kita akan maksimalkan pengelolaan parkir agar lebih cerdas dan terencana. Prinsipnya, yang ada harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Arah pembangunan Batam ke depan juga menjadi pembahasan menarik. Dalam Rencana Strategis (Renstra) BP Batam, ditetapkan lima Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) sebagai poros utama pembangunan kota.
Masing-masing kawasan memiliki karakter khas:
Teluk Tering sebagai pusat kota baru,
New Nagoya dikembangkan sebagai kawasan modern dan tertib,
Dam Baloi difokuskan menjaga keseimbangan infrastruktur dan lingkungan,
Koridor Bandara Hang Nadim–Nongsa disiapkan sebagai gerbang modern Batam,
Poros barat Batuampar–Sekupang diperkuat untuk mendukung konektivitas logistik.
Seluruh kawasan ini dirancang saling melengkapi agar pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan berjalan seimbang.
Sementara itu, Li Claudia Chandra menyampaikan apresiasi kepada media yang telah berperan aktif menyebarkan informasi pembangunan dan menjaga transparansi.

