Selain itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) melonjak signifikan, mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 119 persen.

PMDN meningkat 125,90 persen dibanding 2024, sementara penanaman modal asing (PMA) naik menjadi Rp25,58 triliun.

Menurut Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, lonjakan PMDN menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor domestik dan kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional di tengah ketidakpastian global.

Capaian ini menegaskan posisi Batam sebagai lokasi produksi yang efisien dan strategis, dengan infrastruktur industri yang matang.

Investasi yang direalisasikan dalam bentuk aset produktif seperti mesin dan fasilitas industri langsung memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan pencapaian Rp69,30 triliun, Batam membuktikan bahwa investasinya tidak hanya tinggi secara nominal, tetapi juga berkualitas dan berkontribusi langsung terhadap penguatan struktur industri lokal.