Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis dalam mendukung visi-misi Polri yang Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

“Polri dituntut semakin adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika kejahatan digital yang kompleks. Penelitian ini menjadi langkah konkret dalam memahami tantangan tersebut,” jelas Kombes Rido.

Kegiatan dilanjutkan dengan wawancara mendalam bersama narasumber internal Polri, serta sesi tanya jawab antara tim peneliti dan peserta dari unsur internal maupun mitra eksternal.

Fokus diskusi meliputi pencegahan, deteksi, dan penindakan kejahatan siber, termasuk tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.

Melalui penelitian ini, diharapkan Polri semakin siap menghadapi kejahatan digital dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat di era teknologi informasi yang terus berkembang.