Dalam pelaksanaannya, pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta jalur-jalur yang berpotensi terjadi kepadatan arus lalu lintas.

Sebanyak 196 personel dari Polres Bintan diterjunkan dalam operasi tersebut. Selain itu, pengamanan juga didukung oleh 211 personel gabungan dari berbagai instansi, antara lain Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Taruna Siaga Bencana, Senkom Mitra Polri, Pramuka, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta Jasa Raharja.

Untuk menunjang pelayanan dan pengamanan masyarakat, Polres Bintan juga menyiapkan tujuh pos operasi yang terdiri dari lima Pos Pengamanan (Pos Pam) dan dua Pos Pelayanan (Pos Yan).

Pos pengamanan tersebut berada di Simpang Lagoi, KM 16 Toapaya, Pantai Trikora, Kijang, dan Tambelan.

Sementara Pos Pelayanan berada di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban serta Pelabuhan Bulang Linggi.

Usai pelaksanaan Latpraops, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang bertujuan mensimulasikan pola pengamanan di lapangan.

Melalui simulasi tersebut, personel diharapkan mampu memahami secara teknis berbagai skenario penanganan situasi yang berpotensi terjadi selama operasi berlangsung.

Dengan dilaksanakannya Latpraops dan TFG ini, Polres Bintan berharap seluruh personel dapat melaksanakan tugas secara optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman di wilayah Kabupaten Bintan.