Menurutnya, aksi tidak hanya sebatas penanaman, tetapi juga dilakukan “klinik pantai” guna memastikan lingkungan pesisir tetap sehat dan berfungsi optimal.

“Kegiatan ini adalah respons langsung terhadap arahan Presiden. Kita tidak hanya menanam, tetapi juga merawat dan membersihkan pantai agar ekosistem tetap terjaga sebagai penopang ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Adapun fokus utama kegiatan meliputi pembersihan sampah plastik dan limbah di sepanjang dua kilometer garis pantai Nongsa, serta restorasi ekosistem melalui penanaman 300 bibit mangrove dan 40 tanaman lamun sebagai penguat sabuk hijau pesisir.

Sinergi yang melibatkan hampir 10 komunitas di Batam ini dinilai menjadi contoh pendekatan multisektoral dalam menangani isu lingkungan.

Kolaborasi tersebut menggabungkan kebijakan makro dengan pemahaman kondisi geografis lokal.

Sementara itu, Board of Green Democracy Institute Dani Fazli, bersama Regional Green Democracy Institute Kepulauan Riau, Alfonco Van Richo Marbun mengungkapkan bahwa Green Network in Action Kepri akan terus dikembangkan ke berbagai daerah di Indonesia.