HARIANMEMOKEPRI.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan se-Sumatera 2025 yang digelar di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Minggu (21/9/2025).
Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Li Claudia Chandra, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah hadir mendampingi kepala daerah lain dari sepuluh provinsi di Sumatera.
Sejumlah pejabat pusat juga mengikuti rakor, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamu Karyasayuda serta Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana.
Amsakar menilai forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi antara daerah dan pusat.
“Dengan kolaborasi yang solid, pembangunan bisa searah dan stabilitas daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Mendagri Tito menekankan dua isu utama yang menjadi fokus rakor, yakni keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pengelolaan fiskal daerah.
Ia meminta kepala daerah meningkatkan koordinasi dengan Forkopimda, aktif berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, dan mengantisipasi potensi keresahan sosial.
“Stabilitas daerah adalah fondasi pembangunan. Langkah proaktif harus dilakukan agar program pemerintah berjalan lancar,” tegas Tito.
Selain soal keamanan, Mendagri juga menyinggung pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 yang mencapai Rp693 triliun.
Menurutnya, belanja daerah harus efisien, pendapatan perlu digali tanpa membebani rakyat kecil, serta UMKM dan sektor pangan harus lebih digerakkan.
Ia menutup arahannya dengan mengimbau agar kepala daerah mengaktifkan kembali siskamling di tingkat RT/RW dan menjalankan gaya hidup sederhana.
“Hal-hal kecil seperti ini efektif menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

