Namun demikian, ia menekankan pentingnya menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memperkeruh suasana serta memecah belah persatuan.

Dalam imbauannya, Asep Safrudin menegaskan bahwa Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang terus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Setiap pernyataan dan sikap yang muncul, kata dia, hendaknya dipahami sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang akan dievaluasi dan disempurnakan melalui mekanisme yang berlaku.

“Dinamika dalam pemerintahan adalah bagian dari proses menuju tata kelola yang lebih baik,” ujar Kapolda Kepri, Senin (26/1/2026)

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pers, hingga seluruh warga Batam, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Kapolda Kepri menekankan pentingnya mengedepankan dialog, musyawarah, serta komunikasi yang sehat, dan menghindari emosi berlebihan, ujaran kebencian, maupun praktik adu domba yang berpotensi merusak harmoni sosial.