HARIANMEMOKEPRI.COM – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam untuk menjaga ketenangan, persatuan, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah dinamika pemerintahan dan kehidupan sosial yang berkembang belakangan ini.
Kapolda Kepri menegaskan bahwa Batam merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang majemuk, dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan sosial yang beragam.
Oleh karena itu, perbedaan pandangan dan pendapat dalam proses pembangunan maupun pelayanan publik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
Menurut Asep Safrudin, setiap perbedaan hendaknya disikapi dengan kedewasaan, kejernihan berpikir, serta semangat persaudaraan.
Ia mengingatkan agar dinamika yang terjadi tidak berkembang menjadi gesekan sosial yang dapat merugikan kepentingan masyarakat secara luas.
Kapolda Kepri juga memahami bahwa situasi yang berkembang dapat memunculkan respons emosional, baik di tingkat pimpinan daerah maupun di tengah masyarakat.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memperkeruh suasana serta memecah belah persatuan.
Dalam imbauannya, Asep Safrudin menegaskan bahwa Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang terus bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Setiap pernyataan dan sikap yang muncul, kata dia, hendaknya dipahami sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang akan dievaluasi dan disempurnakan melalui mekanisme yang berlaku.

