HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi meluncurkan program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro.

Program ini diluncurkan melalui kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Harris Hotel Batam Centre, Senin (23/6/2025).

Melalui program ini, pelaku usaha mikro di Batam dapat mengakses pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa dikenakan bunga dan tanpa memerlukan jaminan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya konkret Pemko Batam dalam mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“UMKM bukan sekadar pelengkap, mereka adalah kekuatan utama ekonomi kita. Dari 66 juta pelaku UMKM di Indonesia, kontribusinya mencapai 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Ini angka besar dan patut kita dukung bersama,” tegas Amsakar.

Program pinjaman tanpa bunga ini menjadi bagian dari 15 program prioritas Amsakar–Li Claudia selama masa kepemimpinan mereka, di mana tujuh di antaranya secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk akses permodalan bagi UMKM.

Menurut Amsakar, pemerintah harus hadir di tengah persoalan masyarakat, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.

“Program ini bukan seremoni. Ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha mikro agar mereka makin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Amsakar juga menyoroti lima persoalan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM, yakni sulitnya akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kemasan produk yang belum menarik, terbatasnya akses pemasaran, dan minimnya pendampingan dari pemerintah.

“Melalui MoU ini, setidaknya salah satu masalah besar yaitu permodalan bisa mulai kita jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BTN Batam, Wahyudi Gusti Antony, menyatakan kesiapan BTN untuk menyalurkan pinjaman tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko Batam yang menunjuk BTN sebagai mitra penyalur pembiayaan.

“Kami merasa bangga dipercaya menjalankan program ini. UMKM Batam sudah terbukti tangguh, bahkan saat pandemi pun mampu bertahan,” ungkap Wahyudi.

Ia memastikan bahwa proses pengajuan pinjaman ini sepenuhnya gratis, tanpa pungutan biaya apapun sesuai arahan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Program pinjaman ini menargetkan 2.000 pelaku usaha mikro yang memiliki KTP Batam, Nomor Induk Berusaha (NIB), menjalankan usahanya di Batam, tidak memiliki catatan wanprestasi dari program subsidi sebelumnya, serta lolos penilaian administrasi dan kelayakan usaha dari pihak bank.

Amsakar berharap program ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM di Batam. Bahkan, jika program berjalan lancar, plafon pinjaman akan dinaikkan hingga Rp40 juta sampai Rp50 juta di tahun-tahun mendatang.

“Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi pemerintah selain melihat masyarakatnya tumbuh dan sejahtera. Mari manfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin,” pungkasnya.

Bagi pelaku usaha yang berminat, dapat langsung mendatangi Kantor BTN Cabang Batam untuk mendapatkan informasi dan pelayanan lebih lanjut