Menurut Amsakar, pemerintah harus hadir di tengah persoalan masyarakat, bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu mereka yang membutuhkan.

“Program ini bukan seremoni. Ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha mikro agar mereka makin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Amsakar juga menyoroti lima persoalan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM, yakni sulitnya akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kemasan produk yang belum menarik, terbatasnya akses pemasaran, dan minimnya pendampingan dari pemerintah.

“Melalui MoU ini, setidaknya salah satu masalah besar yaitu permodalan bisa mulai kita jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BTN Batam, Wahyudi Gusti Antony, menyatakan kesiapan BTN untuk menyalurkan pinjaman tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemko Batam yang menunjuk BTN sebagai mitra penyalur pembiayaan.

“Kami merasa bangga dipercaya menjalankan program ini. UMKM Batam sudah terbukti tangguh, bahkan saat pandemi pun mampu bertahan,” ungkap Wahyudi.