HARIANMEMOKEPRI.COM — Ratusan buruh tani dari berbagai serikat- menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kota Batam untuk meyampaikan aspirasinya, Senin (06/2023).

Aksi damai oleh buruh tani ini disambu hangat oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Yunus Muda Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya dan jajaran DPRD Kota Batam lainnya.

Usai menyampaikan orasi di hadapan DPRD Kota Batam, perwakilan para buruh diundang untuk berdiskusi di Ruang Serbaguna DPRD Batam.

Baca Juga: DPRD Kota Batam Gelar RDP dengan Warga Kampung Sidomulyo dan Pondok Tani

Dalam pertemuan ini, Wakil Ketua II DPRD Batam, Yunus Muda menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menerima aspirasi

“Apa yang menjadi aspirasi pekerja atau buruh di Kota Batam, kami sangat terbuka bagi teman-teman yang akan menyampaikan aspirasinya,” ujar Yunus dilansir Harianmemokepri.com dari batamnews.co.id.

Baca Juga: Sosialisasi Ranperda RDPU DPRD Kota Batam Bahas tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan

Dikatakan Yunus, DPRD Batam siap memfasilitasi beragam aduan maupun keluhan dari pekerja ke pusat nanti. Nantinya lewat dewan di Batam akan menjadi perpanjangan tangan atau menjembatani permasalahan daerah ke pusat.

“DPRD Batam bukan pemutus aturan, aturan ada di pusat. Jika tidak teriak bagaimana pusat mendengarnya,” ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Videotron Rp 1,2 Miliar, Ketua DPRD Batam Nuryanto : anggaran segitu memang sesuai dengan harganya

Sementara itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam, Yapet Ramon menyebut, selain aksi menuntut beberapa hal, juga dibarengi dengan milad SPMI ke-24 dengan turun langsung ke jalan.

“Legislatif merupakan perwakilan rakyat baik di pusat maupun daerah. Kami di sini menolak Perpu Omnibus Law. RUU Rumah Tangga sudah 19 tahun belum disahkan juga. Pengawasan K3, keselamatan pekerja perlu menjadi perhatian. Dan masih banyak lagi harus diperhatikan,” pungkasnya.***