Warga diajak memilah dan mengelola sampah dari rumah, lalu menyetorkannya ke bank sampah untuk dijual dan diolah kembali.
Pada 2024, tim pengembangan masyarakat Yayasan Anambas juga melakukan riset pengelolaan plastik melalui program upcycling, agar sampah plastik bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai.
Kuala Maras dipilih sebagai lokasi strategis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus desa yang aktif dalam gerakan kebersihan.
Di desa ini, Yayasan Anambas membangun Pusat Daur Ulang (PDU) lengkap dengan mesin pencacah plastik, mesin sheetpress, dan mesin injeksi.
Sampah plastik yang terkumpul kemudian diproses menjadi produk bernilai, seperti furnitur dan aksesori.
Keberadaan Bank Sampah dan PDU tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat.
Mereka dilibatkan dalam kegiatan memilah sampah, mencacah plastik, merawat mesin, hingga memproduksi barang daur ulang.
“Dulu sampah hanya dibakar atau dibuang ke laut. Sekarang justru bisa jadi tabungan, bahkan membuka lapangan kerja untuk anak-anak muda desa,” ungkap salah satu pemuda pekerja di Bank Sampah Kuala Maras.

