Ia juga berharap agar ke depan Bank Sampah tidak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi anak-anak sekolah untuk belajar mencintai lingkungan sejak dini.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama. Kebersihan dan keindahan Anambas hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anambas Devina Mariskova menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Daerah, Camat Jemaja Timur, dan Kepala Desa Kuala Maras.
“Banyak sampah yang bisa kita ubah menjadi karya melalui proses daur ulang. Semua pengelola dan pekerja di sini adalah putra-putri Anambas, terutama masyarakat Kuala Maras. Ini bukti bahwa masyarakat kita mampu berbuat untuk lingkungannya,” ungkap Devina.
Yayasan Anambas juga memperkenalkan program upcycling, yaitu kegiatan mengubah barang bekas menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Program ini tumbuh dari tantangan nyata pengelolaan sampah dan kini menjadi solusi dalam membangun ekonomi hijau di daerah kepulauan.

