“Puasa adalah perisai. Artinya, kita harus mampu membentengi diri dari dosa, seperti berkata bohong, marah, dan berbuat curang, serta meninggalkan kebiasaan buruk selama bulan Ramadhan,” jelasnya di hadapan para siswa.

Ia turut mengajak para pelajar memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan, menanamkan kejujuran, melatih kesabaran, serta mengganti kebiasaan yang kurang bermanfaat dengan aktivitas positif seperti tadarus Al-Qur’an dan memperbanyak ibadah.

Acara penutupan berjalan lancar dan penuh kehangatan, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan kepolisian. Kegiatan berakhir pada pukul 18.30 WIB dengan aman dan tertib. (*)