HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa area parkir Kantor Kecamatan Siantan pada Senin (20/10) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.46 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Siantan.

Menurut Sekretaris Kecamatan Siantan, Badariah Anggraini, suara dentuman keras terdengar dari luar kantor.

Setelah diperiksa, diketahui sebatang pohon besar tumbang dan menimpa area parkir kantor kecamatan.

Karena keterbatasan peralatan, pihak kecamatan tidak dapat melakukan evakuasi secara mandiri.

Sekitar pukul 16.43 WIB, laporan resmi pun disampaikan kepada BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Siantan segera melakukan kaji cepat dan koordinasi lapangan pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, diputuskan bahwa proses evakuasi dilakukan keesokan harinya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan faktor keselamatan.

Pada Rabu (22/10) pagi pukul 08.30 WIB, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Kecamatan Siantan melaksanakan evakuasi pohon tumbang tersebut. Proses penanganan berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami dari BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas siap merespons cepat setiap laporan bencana dan langsung bergerak ke lokasi, terutama di wilayah Kepulauan Anambas,” ujar Abdul Halim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Siantan, Badariah Anggraini, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama BPBD.

“Dengan adanya bantuan dan koordinasi dari BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, penanganan bencana di Kecamatan Siantan menjadi lebih cepat dan efektif. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya. Semoga BPBD tetap solid, sehat, kompak, dan menjadi OPD terbaik dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Kepulauan Anambas, terutama pada musim penghujan.