“Keberhasilan program stunting sangat dipengaruhi oleh sektor non-kesehatan, dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen. Karena itu, kita membutuhkan sinergi lintas sektor,” ujar Bupati Aneng.

Ia juga meminta para camat memastikan agar desa dan kelurahan mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung program percepatan penurunan stunting. Ada lima layanan utama yang wajib difasilitasi, yaitu layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi serta air bersih, dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain itu, Bupati Aneng menekankan pentingnya munculnya inovasi baru di desa-desa yang masih memiliki angka stunting tinggi. Ia juga mengingatkan agar pengukuran dan penimbangan rutin balita di Posyandu berjalan konsisten dan optimal.

Menutup sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan atas dedikasi dalam menurunkan angka stunting. Ia juga secara khusus mengapresiasi sembilan desa yang berhasil mencapai status Zero Stunting.