HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama momentum Lebaran.

Rapat koordinasi dihadiri oleh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, instansi vertikal, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anambas, Aneng, meminta seluruh instansi terkait meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri.

Menurutnya, sinergi antarinstansi sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai potensi yang mungkin terjadi selama periode mudik dan libur Lebaran.

“Hal tersebut mencakup pengamanan wilayah, pengaturan arus transportasi, kesiapan pelayanan kesehatan, hingga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” jelas Aneng, Kamis (12/3/2026)

Terkait ketersediaan bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memastikan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog dalam kondisi aman.

“Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, stok beras Bulog saat ini mencapai 432.275 kilogram dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Untuk mendukung pengamanan selama periode Lebaran, pemerintah daerah juga menyiapkan sebanyak 85 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan Basarnas.

Personel tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan dan pelayanan masyarakat.

Pos yang disiapkan meliputi Posko dan Satgas pengamanan, Pos Terpadu Siantan, Pos Pelayanan Palmatak, serta Pos Pelayanan Jemaja.

Pos-pos tersebut akan berfungsi memantau situasi keamanan, kelancaran transportasi, serta memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat selama masa libur Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, sejumlah objek vital juga menjadi prioritas pengamanan selama perayaan Idul Fitri, di antaranya masjid, bandara, pelabuhan, tempat wisata, serta pusat-pusat perbelanjaan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Berdasarkan timeline operasi pengamanan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 yang bertepatan dengan cuti bersama dan Hari Raya Nyepi pada 18–19 Maret.

Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+4 setelah Hari Raya Idul Fitri.

Selain pengamanan, Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas juga menegaskan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Langkah yang dilakukan meliputi upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana alam, non-alam, maupun bencana sosial selama masa libur Lebaran.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh pihak dapat bekerja secara terpadu sehingga pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Dengan demikian masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman dan penuh kebahagiaan.