Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung desa menuju pusat kecamatan.

“Kerusakannya sudah cukup parah. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya akses warga yang terganggu, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengendara. Gotong royong ini merupakan langkah awal sebelum ada penanganan teknis yang lebih permanen,” ujar Amir Fikri.

Gotong royong ini diikuti berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Kecamatan Jemaja dan Jemaja Barat, Kelurahan Letung, BPBD, Dishub, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar, Puskesmas Jemaja, pemerintah Desa Landak dan Desa Rewak, RT/RW, relawan ARB, serta personel TNI dan Polri.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan sejumlah penanganan darurat seperti penimbunan tanah dan pasir, perataan badan jalan, serta pemasangan semen beku sebagai penahan sementara untuk menghambat laju abrasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Jemaja, Edison, turut hadir dan terlibat langsung di lapangan, bahkan membantu pengangkutan semen ke titik-titik jalan yang tergerus.