HARIANMEMOKEPRI.COM – Koramil 04/Letung, Kodim 0318/Natuna melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 Kg dari Bulog.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam percepatan penyerapan gabah dan beras tahun 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Posko Makoramil 04/Letung tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

Sebanyak 200 karung beras SPHP sebelumnya telah diajukan Koramil 04/Letung ke Bulog Kabupaten Kepulauan Anambas guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (26/8/2025), beras didistribusikan dengan ketentuan maksimal dua karung per orang.

Sebanyak 95 karung berhasil disalurkan kepada warga dari sejumlah desa, di antaranya:

Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja (16 karung)

Desa Mampok (14 karung)

Desa Batu Berapit (9 karung)

Desa Landak (10 karung)

Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur (21 karung)

Desa Genting Dusun, Kecamatan Jemaja Timur (13 karung)

Desa Bukit Padi (12 karung)

Sisa 105 karung beras disimpan di Posko Makoramil 04/Letung untuk penjualan hari berikutnya.

Pada Rabu (27/8), sebanyak 50 karung direncanakan dikirim ke Kecamatan Jemaja Barat pukul 07.00 WIB, sementara 55 karung sisanya akan dijual di Posko Makoramil mulai pukul 10.00 WIB.

Danramil 04/Letung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD bersama pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas harga beras di wilayah Jemaja dan sekitarnya,” ujarnya.

Adapun harga beras Bulog SPHP 5 Kg dijual Rp57.000 per karung, lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Masyarakat yang hadir menyampaikan rasa syukur atas program ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Pasalnya, beras merupakan kebutuhan pokok yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya GPM ini, diharapkan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Jemaja, Jemaja Timur, dan Jemaja Barat tetap terjaga, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AD, Bulog, dan pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan rakyat.