HARIANMEMOKEPRI.COM – Kondisi Pelabuhan Dusun 1 Sedanau, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, hingga kini masih memprihatinkan.

Sudah setahun roboh akibat diterjang ombak besar, fasilitas vital bagi nelayan itu belum kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bupati Kepulauan Anambas melakukan kunjungan kerja ke Jemaja turut meninjau langsung kondisi pelabuhan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia didampingi anggota DPRD Anambas Dapil 3, Firdian Syah, yang menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap nasib nelayan Sedanau.

“Pelabuhan ini sudah cukup lama berdiri. Usianya memang sudah tua, jadi wajar bila akhirnya roboh. Tapi inilah kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya nelayan. Oleh sebab itu, harus segera dibangun ulang agar mereka tidak lagi kesulitan menyimpan pompong,” ujar Firdian di lokasi, Minggu (7/9/2025).

Kerusakan pelabuhan membuat nelayan setempat terpaksa menambatkan kapal dan pompong mereka lebih jauh dari lokasi semula.

Kondisi ini jelas menyulitkan aktivitas harian, termasuk bongkar muat hasil tangkapan laut.

Tak hanya pelabuhan, akses jalan menuju lokasi juga menjadi sorotan. Bupati bahkan harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk mencapai pelabuhan karena kondisi jalan yang belum tuntas dibangun.

Firdian menjelaskan, akses jalan ke pelabuhan Sedanau sebenarnya telah beberapa kali masuk dalam usulan pembangunan infrastruktur.

Pada tahun anggaran 2023–2024, pengajuan pembangunan jalan dari Sedanau hingga pangkal pelabuhan kembali diajukan. Namun, realisasi di lapangan hanya sebagian.

“Awalnya diusulkan dari Sedanau sampai pangkal pelabuhan, tapi yang dikerjakan hanya separuhnya. Mungkin karena keterbatasan anggaran. Padahal jalan ini sangat penting agar akses ke pelabuhan lebih mudah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, Firdian menegaskan DPRD hanya memiliki kewenangan mengajukan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, sedangkan keputusan pembangunan sepenuhnya ada di tangan pemerintah daerah.

“Kita dari DPRD hanya bisa mengajukan. Kewenangan pembangunan itu ada di pemerintah daerah. Karena itu, kami sangat berharap bupati benar-benar serius dengan pelabuhan tambatan nelayan Sedanau. Jangan sampai masalah ini dibiarkan terlalu lama, karena pelabuhan adalah urat nadi bagi kehidupan nelayan,” tegasnya.

Firdian juga menambahkan, keberadaan pelabuhan yang layak bukan hanya untuk kepentingan nelayan, tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau pelabuhan ini segera dibangun ulang, otomatis aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali lancar. Kita semua tentu ingin masyarakat nelayan lebih sejahtera. Karena itu, saya harap bupati bisa memprioritaskan pembangunan pelabuhan Sedanau ini,” pungkasnya.