“Mainnya tetap semangat, tapi lihat dasternya goyang-goyang itu bikin ngakak,” ujar Iyan, penonton asal RT 03.
Ketua Karang Taruna Desa Landak, Andika, mengatakan ide ini muncul untuk menghadirkan perayaan yang bisa dinikmati semua warga.
“Dengan kostum daster dan sarung, semua bisa ikut bermain tanpa rasa canggung. Tujuannya agar HUT RI dirayakan dengan kebersamaan dan tawa,” jelasnya.
Pertandingan ini menggunakan sistem gugur dan memperebutkan hadiah hiburan hasil swadaya masyarakat.
Selain itu, Karang Taruna juga menyiapkan aneka lomba tradisional pada 17 Agustus, seperti lomba makan kerupuk, membawa karet dengan pipet, meniup gelas Aqua, hingga pijat balon.
Bagi warga Desa Landak, momen seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cara mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Tak heran jika pertandingan voli unik ini menjadi salah satu cerita terbaik HUT RI ke-80 di desa tersebut.

