HARIANMEMOKEPRI.COM – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Landak, Kecamatan Jemaja, tahun ini terasa berbeda.

Karang Taruna setempat menggelar pertandingan voli antar RT yang sukses mengundang tawa warga, Kamis (14/8/2025)

Pasalnya, ada aturan unik bagi peserta: bapak-bapak harus bermain dengan daster, sementara ibu-ibu diwajibkan mengenakan kain sarung.

Pertandingan dimulai sejak 14 Agustus dan akan berakhir di laga final pada 17 Agustus 2025.

Setiap sore, lapangan voli RT 01/RW 01 Kampung Tunjuk dipenuhi warga yang antusias menyaksikan aksi para pemain.

Sejak laga pembuka, suasana langsung pecah oleh gelak tawa penonton. Sorakan mengiringi setiap momen lucu, seperti pemain yang tersandung sarung atau gagal mengembalikan bola karena sibuk membenahi kostum.

“Lucu sekali lihat ibu-ibu mainnya sambil tertawa. Kadang malah lupa bolanya di mana,” kata Ngadimah, salah satu warga yang menonton.

Malam harinya, bapak-bapak tampil tak kalah menghibur. Daster warna-warni yang berkibar di lapangan membuat pertandingan jadi tontonan yang memadukan olahraga dan hiburan.

“Mainnya tetap semangat, tapi lihat dasternya goyang-goyang itu bikin ngakak,” ujar Iyan, penonton asal RT 03.

Ketua Karang Taruna Desa Landak, Andika, mengatakan ide ini muncul untuk menghadirkan perayaan yang bisa dinikmati semua warga.

“Dengan kostum daster dan sarung, semua bisa ikut bermain tanpa rasa canggung. Tujuannya agar HUT RI dirayakan dengan kebersamaan dan tawa,” jelasnya.

Pertandingan ini menggunakan sistem gugur dan memperebutkan hadiah hiburan hasil swadaya masyarakat.

Selain itu, Karang Taruna juga menyiapkan aneka lomba tradisional pada 17 Agustus, seperti lomba makan kerupuk, membawa karet dengan pipet, meniup gelas Aqua, hingga pijat balon.

Bagi warga Desa Landak, momen seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cara mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Tak heran jika pertandingan voli unik ini menjadi salah satu cerita terbaik HUT RI ke-80 di desa tersebut.