HARIANMEMOKEPRI.COM – Program ketahanan pangan berbasis desa di wilayah Desa Bukit Padi menunjukkan hasil menggembirakan.
Melalui pengelolaan pertanian oleh BUMDes Permata Desa Bukit Padi, panen padi tahap pertama berhasil dilaksanakan di lahan pertanian seluas sekitar satu hektare pada Minggu (15/2/2026) pagi.
Lahan yang berlokasi di Jalan Talipuk tersebut merupakan bagian dari total lebih dari empat hektare area tanam yang dikembangkan melalui Dana Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025.
Dari panen perdana ini, petani berhasil memanen sekitar tiga ton gabah dengan tingkat kualitas mencapai 90 persen dalam kondisi baik.
Keberhasilan panen ini dinilai sebagai langkah awal yang positif dalam penguatan sektor pertanian desa, sekaligus bukti bahwa pemanfaatan lahan produktif dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir menyaksikan panen, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kepulauan Anambas, pihak kecamatan Kecamatan Jemaja Timur, unsur TNI-Polri, tokoh adat, hingga perangkat desa dan para petani.
Asisten III Kabupaten Kepulauan Anambas, Saidina, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Desa Bukit Padi yang mampu mengelola sektor pertanian secara terencana melalui BUMDes.
“Ini merupakan contoh konkret kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Program seperti ini perlu terus dikembangkan agar memberi dampak ekonomi bagi warga,” ujarnya.
Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, menambahkan bahwa keberhasilan panen perdana menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus mengembangkan budidaya padi di wilayahnya.
Menurutnya, program ketahanan pangan akan berlanjut sepanjang 2026 dengan panen bertahap pada pertengahan Ramadan serta setelah Idulfitri.
Bahkan, terdapat peluang penambahan lahan baru untuk memperluas area tanam jika produksi terus menunjukkan hasil positif.
Sementara itu, Ketua BUMDes Permata, Iswandi, menjelaskan bahwa padi yang dibudidayakan menggunakan varietas Inpari yang cocok dengan kondisi tanah setempat.
Seluruh proses dilakukan secara bertahap mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
Ia menargetkan produksi ke depan bisa mencapai sekitar empat ton per hektare.
Hasil beras nantinya juga akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar untuk mendorong konsumsi produk lokal.
Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan program tersebut.
Ia menyebut Desa Bukit Padi sebagai salah satu contoh desa yang berhasil mengembangkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, di samping desa lain yang fokus pada peternakan dan perikanan.
Dengan panen tahap pertama ini, program ketahanan pangan Desa Bukit Padi diharapkan terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

