Menurutnya, program ketahanan pangan akan berlanjut sepanjang 2026 dengan panen bertahap pada pertengahan Ramadan serta setelah Idulfitri.

Bahkan, terdapat peluang penambahan lahan baru untuk memperluas area tanam jika produksi terus menunjukkan hasil positif.

Sementara itu, Ketua BUMDes Permata, Iswandi, menjelaskan bahwa padi yang dibudidayakan menggunakan varietas Inpari yang cocok dengan kondisi tanah setempat.

Seluruh proses dilakukan secara bertahap mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Ia menargetkan produksi ke depan bisa mencapai sekitar empat ton per hektare.

Hasil beras nantinya juga akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar untuk mendorong konsumsi produk lokal.

Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan program tersebut.

Ia menyebut Desa Bukit Padi sebagai salah satu contoh desa yang berhasil mengembangkan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, di samping desa lain yang fokus pada peternakan dan perikanan.

Dengan panen tahap pertama ini, program ketahanan pangan Desa Bukit Padi diharapkan terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.