Ia mengatakan pemerintah menyediakan fasilitas berupa tenda dan meja bagi pelaku UMKM. Namun, dengan hanya sekitar 14 tenda dan 30 meja yang tersedia, jumlah pendaftar yang tinggi membuat fasilitas tersebut tidak mencukupi. Untuk itu, pembagian dilakukan melalui sistem undian agar lebih adil.
Bagi UMKM yang belum kebagian fasilitas, tetap dipersilakan berjualan dengan membawa perlengkapan sendiri. Luasnya area pelataran masjid memungkinkan seluruh pedagang tetap dapat berpartisipasi selama Ramadan.
Jeprizal menuturkan bahwa respons UMKM pada hari pertama penyelenggaraan sangat positif.
“Alhamdulillah, pelaku UMKM sangat ramai dan antusias. Total stan yang terdaftar sebanyak 72 stan. Namun hari ini baru sekitar 40 stan yang buka karena kondisi cuaca hujan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan akan diajak bergabung ke lokasi bazar.
“Jika masih ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan, kita akan ajak untuk bergabung di sini. Bagi yang ingin bergabung, kita persilakan dan dapat langsung menemui petugas yang ada di lokasi,” jelasnya.

