HARIANMEMOKEPRI.COM –– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Anambas menggelar pelatihan teknik slope evacuation (evakuasi korban di medan miring) dan pembidaian korban (splinting) sebagai upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi kedaruratan, Rabu (1/7/2026).

Pelatihan dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Tarempa Timur untuk praktik slope evacuation dan di Pos SAR Anambas untuk materi serta praktik pembidaian korban.

Kegiatan diikuti personel BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas dengan pendampingan langsung dari instruktur Pos SAR Anambas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali teknik penggunaan tandu, tali, serta prosedur evakuasi korban di medan yang memiliki tingkat kemiringan dan akses terbatas.

Selain itu, peserta juga mempraktikkan teknik pembidaian sebagai penanganan awal terhadap korban diduga mengalami patah tulang sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.

Seluruh rangkaian pelatihan disampaikan melalui pemberian materi, demonstrasi, hingga simulasi lapangan sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan peningkatan kompetensi personel harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesiapsiagaan petugas tetap terjaga.

Kemampuan teknis personel harus terus diasah melalui pelatihan dan latihan yang berkelanjutan.

“Sinergi dengan Pos SAR Anambas menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD sehingga mampu memberikan pelayanan penyelamatan yang profesional, cepat, dan mengutamakan keselamatan korban maupun petugas di lapangan,” ujar Rovaniyadi.

Menurutnya, pelatihan bersama tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Anambas, Dwianto Bima Satria Yudhanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman serta prosedur penanganan di lapangan.

Melalui pelatihan ini dirinya berharap personel BPBD dan Pos SAR memiliki keterampilan serta prosedur yang sama dalam melaksanakan operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi.

“Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, koordinasi antarpetugas akan semakin baik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman,” ungkap Bima.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin antara BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas dan Pos SAR Anambas.

Setiap hari Rabu dilaksanakan pelatihan teknis, sedangkan pada hari Kamis kedua instansi melaksanakan latihan fisik bersama guna menjaga kebugaran personel, meningkatkan kemampuan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan operasi pencarian, pertolongan, dan penanganan bencana.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkala tersebut, diharapkan kemampuan personel BPBD dan Pos SAR Anambas semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan optimal kepada masyarakat saat terjadi kondisi darurat maupun bencana.