“Kalau gelombang besar datang, kami tidak bisa tidur sampai jam tiga atau empat pagi. Takut rumah runtuh,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah penanganan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun OPD terkait.

Tidak ada kegiatan penanganan darurat ataupun rapat terbuka bersama warga untuk membahas situasi genting ini.

Warga pun mulai mempertanyakan respons pemerintah, mengingat abrasi terus menggerus jalan dari hari ke hari.

Setidaknya, menurut masyarakat, ada beberapa langkah yang dapat segera dilakukan pemerintah:

Mengadakan rapat terbuka bersama warga untuk membahas kondisi darurat

Mengajukan laporan resmi dan permohonan penanganan ke pemerintah kabupaten dan provinsi

Melakukan gotong royong skala besar sebagai mitigasi sementara

Berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR untuk tindakan teknis

Memasang tanda bahaya atau membuat jalur alternatif sementara

“Apakah pemerintah hanya diam melihat jalan ini hilang sedikit demi sedikit? Minimal ada gotong royong besar atau penanganan sementara sebelum jalan ini putus total,” lanjut seorang warga.

Dengan kondisi gelombang laut yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, warga berharap tindakan pemerintah tidak hanya berhenti pada kunjungan dan pemberitaan.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata sebelum kerusakan semakin meluas dan akses utama benar-benar terputus.