Koordinator Unit Siaga SAR Jemaja, Aulia Fatwa Nugraha, menegaskan seluruh unsur terkait aktif di lapangan.

“Titik pencarian ditentukan berdasarkan analisis arus, cuaca, dan laporan terakhir kapal,” ucapnya.

Helmi terakhir terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek. Pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat epilepsi, yang meningkatkan risiko kecelakaan di atas kapal.

Sebelumnya, KM Antena dan warga sempat melakukan pencarian mandiri namun belum membuahkan hasil.

SAR Natuna memperluas area pencarian untuk meningkatkan kemungkinan menemukan korban.

“Masyarakat, terutama nelayan di sekitar Jemaja Timur, diminta waspada dan segera melaporkan bila menemukan petunjuk keberadaan Helmi melalui SAR Natuna di 0773-3211080 atau WhatsApp 082283907707,” terang Aulia

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung intensif dengan penambahan sektor sesuai perkembangan situasi di lapangan.