Kepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk membebaskan lahan jalan menuju Vihara Dharma Sasana. Sementara BP Kawasan FTZ Tanjungpinang menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan tersebut.
Jalan yang akan dibangun menuju Vihara Dharma Sasana adalah sepanjang 1,4 Km dan selebar 15 meter dengan luas lahan yang dibebaskan seluas 1,7 hektare.
Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad memberikan jaminan jika pembangunan jalan menuju Vihara Sasana Dharma yang dibangun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak akan merusak estetika dan cagar budaya yang ada di areal dalam Vihara. Sebab jalan yang akan dibangun hanya sebatas sampai pintu masuk Vihara Dharma Sasana.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat beraudiensi dengan pengurus Yayasan Dharma Sasana di Senggarang, Tanjungpinang. Jalan aspal yang mau di bangun itu cukup sampai pintu masuk Vihara, tidak sampai masuk ke dalam, karena justru akan merusak keaslian dan estetika di dalam kawasan Vihara.
“Untuk penataan di dalam Vihara, kita serahkan ke pengurus yayasan karena mereka yang lebih paham. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk membebaskan lahan jalan menuju Vihara Dharma Sasana. Sementara BP Kawasan FTZ Tanjungpinang menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan jalan tersebut,” jelas Ansar, Minggu ( 24/07 ).
Jalan yang akan dibangun menuju Vihara Dharma Sasana adalah sepanjang 1,4 Km dan berlebar 15 meter dengan luas lahan yang dibebaskan seluas 1,7 hektare.
Gubernur Ansar yang didampingi anggota DPRD Kepri Rudi Chua menjelaskan pembangunan jalan ini adalah untuk mendukung aksesibilitas wisatawan yang ingin berkunjung ke Vihara Dharma Sasana.
Menurutnya pembangunan jalan menuju Vihara Dharma Sasana akan memudahkan wisatawan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Vihara tersebut.
“Kalau kita mengandalkan jalan yang ada sekarang sulit mau menggaet wisatawan, nanti dengan jalan yang lebar dan bagus maka bus-bus wisatawan dari Lagoi bisa kesini sekalian city tour ke Tanjungpinang,” ungkap Ansar.
Pembangunan jalan menuju Vihara Dharma Sasana ini pun semakin melengkapi upaya Ansar untuk memperindah kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepri dan kota destinasi wisata.
“Kedepannya dengan berbagai penataan yang kita lakukan saya yakin jumlah wisatawan yang ke Tanjungpinang akan terus meningkat, makanya Vihara ini juga harus berbenah karena Vihara Dharma Sasana ini jadi salah satu tujuan utama wisatawan. Vihara Dharma Sasana berada di pinggir pantai Senggarang, Tanjung Pinang, Pulau Bintan. Suasana hijau tampak di kawasan vihara ini. Terdapat banyak patung seperti patung Buddha, patung Dewi Kuan Im, patung naga, patung pendekar sakti Sun Go Kong dan teman-temannya. Di dalam vihara terdapat kuil yang dibangun pada abad ke-17 dan masih berdiri kokoh sampai saat ini,” lanjutnya.
Gubernur Kepri pun berharap masyarakat di sekitar Vihara Dharma Sasana dapat mendukung rencana pembangunan jalan. Aksesibilitas jalan menjadi kunci utama untuk sebuah tempat wisata agar bisa berkembang.
“Kalau jalannya nanti sudah bagus nilai ekonomis di sekitar Vihara ini akan meningkat, jadi Vihara nya dapat manfaat, masyarakat juga dapat manfaat,” pungkas Ansar.

