Wisata

Udang Gampang – Gampang Sulit didapat dengan alat Serampang

61
×

Udang Gampang – Gampang Sulit didapat dengan alat Serampang

Sebarkan artikel ini
Dua ekor udang hasil tangkapan melalui tombak

HARIANMEMOKEPRI. COM — Kerap kali para penikmat udang hanya menikmati dan bahkan menciptakan berbagai kolaborasi bumbu untuk bagaimana caranya menikmati udang agar bisa dinikmati dengan senikmat mungkin, namun sebagian besar warga masyarakat Indonesia khususnya, belum mengetahui secara penuh cara menangkap hewan air yang satu ini.

Ada berbagai macam nama dan jenis udang yang menjadi konsumsi bagi seluruh warga di belahan dunia, akan tetapi dalam hal ini ada berbagai cara dan jenis peralatan pula dalam melakukan penangkapan terhadap udang misalnya, seperti dengan pukat, jala, jaring, serok jaring, tombak atau serampang dan juga alat tradisional sondong.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Akan tetapi, dari beberapa alat yang disebutkan diatas terdapat salah satu alat yang tergolong gampang-gampang sulit dalam mengoperasikannya, dan biasa dipakai khususnya untuk menangkap udang bungkuk di pesisir pantai atau sungai pada saat air surut, siang atau malam hari yakni dengan menggunakan tombak atau serampang .

BACA JUGA  Ratusan SDM Serta UMKM Terlibat Dalam Wisata Kuliner Kota Lama, Satu Malam Bisa Meraup Rp60 Juta Setiap Sabtu Dan Minggu

Tombak atau serampang ini terbuat dari besi atau kawat Stenlis yang disusun dengan rapi serta dibentuk sesuai dengan kebutuhan besar atau target kecilnya yang akan ditangkap,

“Mengapa dikatakan gampang-gampang sulit?” Karena pada saat akan menombak udang, dibutuhkan kondisi dan posisi yang tepat agar ujung tombak benar-benar tertancap dengan baik serta tidak membuat udang loncat dan kabur.

BACA JUGA  Pulau Galang Miliki Kisah Bersejarah, dari 5 Pantai Indah Hingga Air Laut Jernih, Cek Faktanya

Adapun cara efektif dalam melakukan penombakan terhadap udang, pertama posisikan mata tombak dengan jarak sekitar 2 atau 3 inci ke arah sasaran, lalu tancapkan mata tombak ke bagian badan serta pastikan terlebih dahulu sasaran tidak akan meleset.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wisata

Salah satu highlight dari museum ini adalah batu siput berbobot 1 ton, yang ditemukan di Koto Kampar, menjadi salah satu koleksi utamanya. Selain itu, terdapat juga berbagai miniatur seperti miniatur rumah melayu Dapur Bubung Panjang, dan miniatur Candi Muara Takus, Istana Siak, dan lainnya yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah Provinsi Riau.

Wisata

Kecamatan Tambelan memiliki 7 Desa yaitu Desa Batu Lepuk,Desa Kampung Melayu, Desa Kampung Hilir,Desa Kukup,Desa Pulau Pinang,Desa Mentebung, Desa Pengikik. Kelurahan Tambelan Bernama Teluk Sekuni, untuk menyambangi desa tersebut dapat ditempuh melalui jalur darat dan laut.