Rusli melanjutkan pembangunan kawasan kuliner Bintan Center ini merupakan kegiatan strategis kota Tanjungpinang yang nilai kontraknya Rp3,155 Milyar lebih dikerjakan kurang lebih sekitar 4 bulan atau 140 hari dengan masa pemeliharaan 6 bulan ditambah 14 hari, sumber dana dari APBD Kota Tanjungpinang.

“Ini yang kita kembangkan bagian Timur Kota Tanjungpinang biar ada perimbangan perputaran ekonomi, sementara hari ini pertumbuhan ekonomi banyaknya di Barat seperti Akau Potong Lembu, Tugu sirih, Anjung cahaya, melayu Square,” ujarnya.

Menariknya pada peresmian Food Street Kuliner Bintan Center juga dihadiri langsung 15 orang wisatawan mancanegara asal Malaysia yang sedang berkunjung di Tanjungpinang.

Pj Walikota Tanjungpinang Hasan mengungkapkan Food Street Kuliner Bintan Center harus menjadi salah satu ikon kuliner di Tanjungpinang.

Kawasan Food Street Kuliner Bintan Center dibuka setiap hari dari hasil kolaborasi dengan pedagang setempat dalam berjualan. Banyak alternatif masyarakat Tanjungpinang untuk bisa berkunjung di beberapa kawasan.

“Buka setiap hari, kita sudah sepakati dengan seluruh Kadis dan Sekda serta pemilik toko, mereka kolaborasi saja dalam berjualannya. Namun yang kita tekankan adalah kebersihan dan penataannya,” kata Hasan.

Ia menekankan kepada pihak pengelola untuk terus konsisten dan komitmen dalam menjaga kebersihan, penataan yang telah diberikan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Seperti misalnya lampu jika ada mati tolong di ganti jangan di biarkan. Kalau dibiarkan akan terbengkalai semuanya. Karena di sini ada beberapa yang memang penjualnya untuk membantu bayar operasional terhadap listrik, air dan lainnya,” terang Hasan.