“Kami berharap konsep Kampung Ramadhan ini akan menjadi ikon, sehingga siapa pun yang datang atau pulang kampung dapat merasakan atmosfer Ramadhan di Tanjungpinang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Perserikatan Sosial Minang Maimbau, Fadril Usman, mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan.
“Pada bulan Februari ini, Pemko Tanjungpinang memberikan tiga amanah, yaitu Festival Budaya Minang, Semalam di Ranah Minang, dan Kampung Ramadhan,” kata Fadril Usman.
Terkait event Kampung Ramadhan, Fadril Usman menjelaskan bahwa harus ada perbedaan dari tahun sebelumnya.
“Perhatian khusus harus diberikan pada lingkungan sehat, peningkatan keamanan, serta kebersihan dan kesehatan yang diinginkan oleh Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Teknis pelaksanaan akan diakomodir oleh Perserikatan Sosial Minang Maimbau, namun pengalaman lapangan akan menjadi faktor penting dalam pelaksanaannya.
“Kami berharap dapat menunjuk orang yang tepat untuk pengelolaan Kampung Ramadhan ini, dan siapa pun berhak membuka stan di sana berdasarkan kriteria tertentu,” tambahnya

