“Dulunya masyarakat Tionghoa datang ke Tanjungpinang sekitar abad ke 17 pada masa pemerintahan Sultan Badrul Alamsyah I masyarakat Tionghoa bekerja sebagai pemasak dan berkebun Gambir,” jelasnya, Senin (4/2023).
Baca Juga: Siapakah Figur Tepat Dampingi Prabowo Subianto Pada Pilpres 2024 Mendatang ? Salah Satunya Sosok Ini
Seiring berjalannya waktu, Erni melanjutkan etnis Tionghoa mengalami perkembangan pada masa pemerintahan Daeng Celak YDM (Yang Dipertuan Muda) Riau II.
Pada saat itu masyarakat Tionghoa diberikan lahan oleh Daeng Celak untuk berkebun Gambir karena mereka dianggap lebih berpengalaman.
Baca Juga: Pisah Sambut Dandim 0315 Tanjungpinang Berlangsung Suka Cita Serta Penuh Canda Tawa
Karena hal tersebut semakin banyak masyarakat Tionghoa yang berdatangan ke Tanjungpinang untuk bekerja dan mengolah Gambir sehingga masyarakat Tionghoa semakin banyak dan berkembang pesat di wilayah Senggarang.
Menurut ceritanya, di Senggarang dulunya pernah mengalami musibah kebakaran yang hebat sehingga menghanguskan sebagian besar pemukiman penduduk.

