“Kami juga akan fokus pada penataan kawasan kota, trotoar, dan ruang terbuka hijau yang membutuhkan perhatian lebih,” jelasnya.
Lis menambahkan bahwa bersama Raja Ariza, mereka telah menyusun rencana strategis untuk menghadapi tantangan tersebut.
Prioritas meliputi pemerataan sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penataan kawasan kumuh, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan layanan berbasis digital (e-government).
Ia juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mendukung kelompok rentan, seperti lansia, kader posyandu, imam masjid, guru agama, dan penyandang disabilitas.
“Mereka adalah bagian penting dari masyarakat yang tidak boleh dilupakan,” ujar Lis.
Dalam program 100 hari kerja, Lis menekankan dua fokus utama:
1. Program Non-Fisik: Reformasi pendidikan melalui pelatihan guru, tata kelola pemerintahan yang transparan, promosi kegiatan berbasis masyarakat, serta peningkatan minat baca dan literasi.
2. Program Fisik: Pembangunan infrastruktur prioritas di empat kecamatan di Kota Tanjungpinang dengan anggaran total Rp 9,3 miliar.
“Kami memohon dukungan penuh dari semua pihak agar program ini berjalan lancar. Ini adalah langkah awal dari visi besar kami untuk menjadikan Tanjungpinang kota yang berbudaya, melayani, dan aman,” tegas Lis.
Lis Darmansyah mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bergotong royong demi Tanjungpinang yang lebih baik.
“Bersama-sama, mari kita wujudkan Tanjungpinang yang lebih maju untuk semua,” tutup Lis.

