Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) dan UMKM.
Selain menjadi media promosi dan pemasaran, SIDEKRA juga berfungsi sebagai basis data pengrajin serta produk lokal.
Data tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif yang lebih tepat sasaran.
Teguh berharap kehadiran SIDEKRA mampu mendorong para pengrajin lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya.
“Kami ingin pengrajin tidak takut memasarkan produknya secara digital. Pemerintah hadir untuk membantu membuka akses pasar sehingga produk mereka lebih mudah dikenal dan dibeli masyarakat,” katanya.
Dalam penilaian Lomba Inovasi Daerah 2026, tim juri memberikan apresiasi terhadap pengembangan SIDEKRA.
Inovasi tersebut dinilai mampu membuka peluang baru bagi pemasaran produk kerajinan lokal dan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan platform digital untuk mendukung ekonomi kreatif.

