Teguh menjelaskan, selama ini banyak produk kerajinan lokal yang memiliki kualitas baik, bahkan mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar dari berbagai instansi.

Namun, pemasaran produk masih didominasi melalui bazar, pameran, dan kegiatan pemerintah sehingga belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas secara berkelanjutan.

Melalui SIDEKRA, seluruh produk yang telah melalui proses kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang ditampilkan dalam satu platform berbasis web.

Masyarakat dapat melihat katalog produk, mengenal profil pengrajin, hingga melakukan transaksi secara langsung melalui WhatsApp tanpa perantara.

Menurut Teguh, sistem berbasis web dipilih agar mudah diakses dari berbagai perangkat tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah menemukan dan membeli produk khas Tanjungpinang, sementara para pengrajin memperoleh peluang pasar yang lebih luas.

Saat ini, sekitar 10 pengrajin telah bergabung dalam SIDEKRA setelah lolos proses kurasi Dekranasda.