HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menghadirkan Sistem Informasi Digitalisasi Ekonomi dan Kerajinan Rakyat (SIDEKRA) sebagai upaya memperkuat pemasaran produk kerajinan dan ekonomi kreatif melalui platform digital.

Inovasi SIDEKRA ini lahir dari pengalaman sederhana saat mencari tanjak khas Tanjungpinang di marketplace, namun yang ditemukan justru produk dari daerah lain.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan pengalaman tersebut menjadi pemicu lahirnya sebuah platform yang dapat menghimpun produk unggulan daerah dalam satu etalase digital.

“Inovasi ini berawal saat saya mencari tanjak di marketplace. Ternyata yang muncul justru produk dari daerah lain. Dari situ kami berkoordinasi dengan Disdagin untuk membangun platform yang menghimpun para pengrajin dan produk unggulan Tanjungpinang,” ujar Teguh saat memaparkan SIDEKRA dalam Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Kamis (16/7/2026).

Teguh menjelaskan, selama ini banyak produk kerajinan lokal yang memiliki kualitas baik, bahkan mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar dari berbagai instansi.

Namun, pemasaran produk masih didominasi melalui bazar, pameran, dan kegiatan pemerintah sehingga belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas secara berkelanjutan.

Melalui SIDEKRA, seluruh produk yang telah melalui proses kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang ditampilkan dalam satu platform berbasis web.

Masyarakat dapat melihat katalog produk, mengenal profil pengrajin, hingga melakukan transaksi secara langsung melalui WhatsApp tanpa perantara.

Menurut Teguh, sistem berbasis web dipilih agar mudah diakses dari berbagai perangkat tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah menemukan dan membeli produk khas Tanjungpinang, sementara para pengrajin memperoleh peluang pasar yang lebih luas.

Saat ini, sekitar 10 pengrajin telah bergabung dalam SIDEKRA setelah lolos proses kurasi Dekranasda.

Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) dan UMKM.

Selain menjadi media promosi dan pemasaran, SIDEKRA juga berfungsi sebagai basis data pengrajin serta produk lokal.

Data tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif yang lebih tepat sasaran.

Teguh berharap kehadiran SIDEKRA mampu mendorong para pengrajin lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya.

“Kami ingin pengrajin tidak takut memasarkan produknya secara digital. Pemerintah hadir untuk membantu membuka akses pasar sehingga produk mereka lebih mudah dikenal dan dibeli masyarakat,” katanya.

Dalam penilaian Lomba Inovasi Daerah 2026, tim juri memberikan apresiasi terhadap pengembangan SIDEKRA.

Inovasi tersebut dinilai mampu membuka peluang baru bagi pemasaran produk kerajinan lokal dan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan platform digital untuk mendukung ekonomi kreatif.