Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial ( Atensi ) bagi lansia dan Klien Napza ( Narkotika, Alkohol, Psikotropika,dan Zat adiktif lainnnya ) dari balai sentra Abiseka Pekanbaru di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Selasa ( 11/10 ) pukul 15:00 Wib sore.
Pelaksanaan penyerahan bantuan ini dilakukan pada dua tempat berbeda yakni penyerahan secara simbolis kepada lima orang penerima manfaat di Aula Kantor Gubernur Dompak yang disejalankan dengan kunjungan komisi 8 DPR RI. Lalu 18 orang lansia dan 4 orang klien Napza yang di wakili oleh yayasan Rehabilitasi Napza Karsa diserahkan di Aula Dinas Sosial Kota Tanjungpinang serta sisanya akan diserahkan melalui Yayasan Karsa Tanjungpinang untuk kemudian di distribusikan kepada PPKS ( Pemerlu, Pelayanan Kesejahteraan Sosial ) Penerima
Adapun PPKS yang menjadi sasaran bantuan atensi ini berjumlah 71 orang dengan rincian 20 orang lanjut usia, 50 orang klien rehabilitasi Napza dan satu orang penyandang disabilitas. Sedangkan bentuk bantuan berbeda-beda antara PPKS lansia, klien Napza yang satu dengan lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima berdasarkan hasil assessment komprehensif terlebih dahulu selama kurang lebih tiga hari.
Secara umum bantuan yang diberikan berupa nutrisi,sembako, peralatan kebersihan diri, dan beberapa paket kewirausahaan seperti warung sarapan, bahan-bahan kebutuhan untuk berjualan kerupuk opak, pupuk dan bibit tanaman bagi lansia yang bercocok tanam dan lain sebagainya.
Pekerja Sosial Ahli Madya Sentra Abiseka Pekanbaru Suyono mengatakan UPT Kementerian Sosial berkedudukan di Pekanbaru Provinsi Riau. Sentra Abiseka Pekanbaru merupakan salah satu UPT/unit dari Kemensos RI yang melayani 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau dan Kepri. Tanjungpinang merupakan salah satu wilayah yang dilayani oleh Sentra Abiseka.
“Untuk wilayah kerja kita yang tiga belas tadi untuk tahun 2022 ada kita lakukan assessment komprehensif di awali dengan pendataan yang dimasukkan dalam database sentra abiseka pada tahun 2022 terdapat 25 ribu penerima. Dari data itulah kita lihat sebarannya yang akan kita bantu nanti serta kita lihat clusternya yang akan kita bantu ada cluster lansia, disabilitas, ada juga cluster anak disabilitas, dan ada juga kelompok rentan,” jelas Suyono.
Dirinya melanjutkan total bantuan yang di salurkan termasuk pada hari ini untuk lansia lebih kurang 41,900 juta jiwa, sedangkan untuk Napza 50 orang dengan total bantuannya Rp 116,9 juta.
“Setiap tahunnya bantuan yang kita berikan berdasarkan assessment komprehensif yang kita lakukan. Jadi kita sebelum memberikan bantuan ini memang kita dari sentra abiseka terlebih dahulu melakukan assessment terhadap penerima manfaat calon penerima bantuan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Ahmad Nur Fattah mengungkapkan ada 71 orang, 20 orang dari lansia dan 1 orang difabel berupa bantuan kursi roda. Kemudian 50 orang klien Napza juga menerima bantuan dari lembaga kesejahteraan sosial ( LKS ) atau yayasan Karsa beralamat di Jalan Pramuka Tanjungpinang.
“Bantuannya beragam kalau untuk lansia itu berupa nutrisi, sembako, alat kebersihan diri, sedangkan klien Napza itu bisa berupa modal untuk usaha. Kemudian ada juga pembinaan klien Napza seperti kekurangan kasur kita berikan kasur, mereka kan di LKS Karsa mungkin secara fasilitas belum memenuhi,” ungkapnya.

