HARIANMEMOKEPRI.COM – Polresta Tanjungpinang menerima kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Ajaran 2026 di Rupatama Polresta Tanjungpinang, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Supervisor Pokjar 12, Brigjen Pol Misbahul Munauwar, didampingi para perwira pendamping serta rombongan peserta didik Sespimmen Dikreg ke-66 T.A. 2026.

Brigjen Pol Misbahul Munauwar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolresta Tanjungpinang atas kesempatan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan KKP tersebut.

“Karena tahun ajaran 2026 ini Sespim Polri menetapkan salah satu Polresta Tanjungpinang sebagai lokasi latihan. Pendidikan di Sespimmen berlangsung selama enam bulan dan saat ini sudah berjalan sekitar 65 persen, serta akan ditutup pada 2 Juli 2026,” ujar Brigjen Pol Misbahul.

Ia menambahkan, peserta Sespimmen yang mengikuti kegiatan tersebut tergabung dalam satu Pokjar yang berjumlah 10 orang, serta didampingi tiga perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

“Atas nama lembaga Sespim Polri kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Tanjungpinang dan Wali Kota Tanjungpinang sehingga kegiatan latihan ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar lulusan Akpol 1991 ini.

Sementara itu, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta menyampaikan bahwa kegiatan KKP merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas kepemimpinan perwira Polri yang strategis, profesional, dan berintegritas.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebijakan di tingkat pusat dengan implementasi di lapangan, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan Polri yang profesional, humanis, dan Presisi,” ujar Kapolresta.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Ia menuturkan bahwa dalam kegiatan Sespimmen Dikreg ke-66 ini turut dibahas mengenai ketahanan pangan, yang merupakan salah satu program nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Tanjungpinang sangat tepat menjadi lokasi praktik lapangan terkait kondisi ketahanan pangan di daerah,” ungkap Lis.