Sementara itu, dalam aspek keindahan, PKK Tanjungpinang berencana mengaktifkan kembali taman-taman yang sempat terbengkalai.
Mulai 2026, taman-taman tersebut akan kembali dilombakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga.
“Sudah lama taman-taman PKK seperti di Kemboja dan Kampung Bulang tidak aktif. Tahun depan, kita akan turun langsung menilai. Kita ingin taman-taman itu kembali hidup,” kata Weni.
Untuk semangat melayani, kader PKK Tanjungpinang didorong aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk mendampingi kader Posyandu.
Meskipun Posyandu memiliki struktur tersendiri, Weni menegaskan pentingnya dukungan PKK di lapangan.
Dalam aspek keamanan, kader PKK Tanjungpinang di semua tingkatan diminta untuk memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan dengan memahami kondisi wilayah masing-masing.
“Pembenahan tidak cukup di kantor, tapi harus menyentuh masyarakat. Pokja 1 sampai 4 harus tahu kondisi lingkungannya, mulai dari titik banjir, anak putus sekolah, hingga UMKM setempat,” jelasnya.
Setiap Pokja juga diberikan tugas merancang kegiatan sesuai bidang masing-masing, mulai dari penyuluhan pola asuh anak, pembinaan karakter keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, penguatan koperasi, hingga ketahanan pangan berbasis pekarangan.
Weni juga mendorong agar setiap kelurahan dan kecamatan memiliki produk UMKM unggulan yang bisa ditampilkan dalam berbagai bazar, termasuk saat pelaksanaan MTQ.
“Buat kupon gratis, agar masyarakat juga bisa menikmatinya,” tambahnya.
Setelah rapat tingkat kota ini, penyusunan program akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan dan kelurahan, guna merinci rencana kerja tahunan yang lebih teknis dan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

