“Kita senang dengan aktifnya berbagai kelompok masyarakat baik suku,budaya karena memudahkan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain serta memudahkan konsolidasi di tengah masyarakat.
Oleh karena itu peran Organisasi Masyarakat salah satunya PSMM mempunyai peran strategis dalam meminimalisir pengaruh negatif tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengukuhkan Kepengurusan LPSMM Kota Tanjungpinang periode 2023-2027 dengan H. Fadril Usman sebagai Ketua Umum, M. Syafnur sebagai Sekretaris Umum serta Hj. Elfiani Sandiri pada jabatan bendahara Umum.

Baca Juga: Kawasan Bintan Center Walk dan Akau Potong Lembu Sudah 60 Persen, Target PUPR Tanjungpinang November Rampung

Gubenur Ansar mengungkapkan Provinsi Kepri memiliki Penduduk yang heterogen tersebar di 5 Kabupaten dan 2 Kota dan termasuk Kota Tanjungpinang.

Meskipun dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama yang ada di Provinsi Kepulauan Riau tersebut, namun masyarakatnya dapat tetap hidup berdampingan, saling menghargai dan menjunjung nilai toleransi.

Baca Juga: Resmikan Rumah Produksi IKM Serta Serahkan Peralatan Usaha, Rahma: Untuk Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

“Hal ini lah yang membawa Provinsi Kepulauan Riau memperoleh nilai positif pada Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2022 yang berada pada angka 85.78 persen,”

“Capaian ini adalah yang tertinggi dalam tingkat nasional. Pencapaian ini haruslah kita pertahankan dan terus kita tingkatkan bersama, agar terciptanya Provinsi Kepulauan Riau yang aman, damai dan tentram,” ungkap Gubernur Kepri Ansar Ahmad.