Gerakan Pasar Murah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Realisasi investasi sebesar Rp 452 miliar pada semester pertama 2025.
Distribusi Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi siswa kelas 5–9 serta program wajib mengaji Al-Qur’an.
Implementasi Kartu Bimasakti untuk penanganan sosial dan pengentasan kemiskinan melalui digitalisasi data warga.
Meski demikian, Lis juga mengakui masih ada tantangan, termasuk defisit anggaran akibat penurunan Transfer Dana ke Daerah, PAD yang belum optimal, infrastruktur yang belum merata, rendahnya kualitas SDM, ketimpangan pertumbuhan ekonomi, serta isu tata kelola dan lingkungan hidup.
Lis menegaskan komitmennya terhadap Visi Bimasakti Kota Tanjungpinang yang diwujudkan melalui lima misi pembangunan dan sembilan program unggulan, mulai dari infrastruktur, layanan publik, pendidikan, ekonomi, hingga perlindungan lingkungan.
“Kesembilan program ini dituangkan dalam RPJMD Kota Tanjungpinang 2025–2029 sebagai peta jalan pembangunan yang terukur dan partisipatif,” jelasnya.

