Dalam pelaksanaannya, setiap peserta juga diwajibkan menjaga ketertiban serta memperhatikan konten dan atribut yang ditampilkan.

Tampilan pawai tidak diperbolehkan memuat perkataan, tulisan, maupun atribut yang mengandung unsur kebencian, permusuhan, kebohongan, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dan konflik di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemko Tanjungpinang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, potensi bahari, pariwisata, dan keindahan alam Kota Tanjungpinang dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Otonom ke-25.