“Kami titip doa agar Tanjungpinang selalu diberkahi, aman, dan sejahtera. Semoga seluruh jamaah diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah dan kembali ke Tanah Air sebagai haji dan hajjah yang mabrur,” kata Lis.

Sementara itu, Riono yang menjadi salah satu jamaah tertunda, mengaku sedih karena belum bisa berangkat bersama rombongan.

“Kalau dibilang sedih, tentu sedih. Semua persiapan sudah dilakukan, tinggal berangkat. Tapi kami yakin ada rencana Allah yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa keterlambatan visa ini menjadi ujian awal sebelum berhaji.

“Kami terima dengan ikhlas dan sabar. Semoga visanya cepat keluar,” harap Riono.